Alasan Dokter Menyarankan Mpasi Untuk Bayi

Share this

Ketika berusia enam bulan, balita mulai diperbolehkan untuk diberi Makanan Pendamping ASI atau MPASI. Akan tetapi ada perbedaan pendapat di kalangan ibu-ibu perihal pemberian MPASI instan bagi bayi. Salah satu dokter spesialis anak, tidak dilarang peruntukan mpasi instan terhadap bayi. Hal ini telah diungkapkan ketika acara peluncuran buku baru yang berkonsep parenting di Jakarta pada hari Jumat. Beranjak ke usia enam bulan, balita sudah diizinkan mengkonsumsi MPASI. Sebab zat besi yang ada dalam ASI tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian bayi.
Zat besi ini sangat baik bagi perkembangan otak serta pertumbuhan otot bayi. “ASI hanyalah mengandung 0,2 miligram zat besi. Namun tubuh perlu 11 miligram. Sisanya 10,8 miligram didapatkan dari asupan MPASI, kata dokter tersebut. Dokter menilai, MPASI instan justru memberikan penjelasan kepada ibu dalam takaran zat besi. Jika tidak memakai mpasi Ibu akan kebingungan menakar kesesuaian dosis bahan makanan dengan zat besi yang dihasilkan. dipersilahkan saja untuk para ibu membikin MPASI homemade.
Asalkan mengetahui seberapa banyak bahan daging sapi yang semestinya dimasak. Daging ayam, tahu, ati ampela, serta bayam yang harus diolah berapa takarannya?” ucap dokter. untuk mendapatkan 10,8 miligram zat besi, dibutuhkan 950 gram bayam yang telah dimasak. Jumlah takaran itu sangat besar apabila melihat sesungguhnya umumnya orang hanya memakan beberapa lembar daun bayam. Menu untuk anak bayi ialah MPASI intan, ini lebih praktis dikarenakan telah mengandung zat besi yang aktiv dalam dosis yang tepat,

weGuatemala.org beta
report a problem or suggestion