pras group

Share this
Charitable Organization
jakarta
March 6, 2017 - 6:07am
Other International
All of Guatemala
Less than 5
Health / Medical
Description:

Penyakit keputihan adalah salah satu masalah yang sering dialami oleh wanita, baik remaja, maupun yang sudah lanjut usia. Meski begitu, tidak banyak yang mengetahui apa itu keputihan, tanda-tanda keputihan, dan cara mengatasi pada wanita, baik dengan cara alami maupun medis. Padahal, menurut penelitian, wanita setidaknya akan mengalami satu kali masa keputihan pataologis atau abnormal dalam hidupnya. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa jadi, keputihan yang dialami berkembang dan berdampak buruk setiap bulannya.

Mengenal lebih dekat tentang keputihan pada wanita

Keputihan pada wanita terjadi akibat sekresi bakteri yang dihasilkan oleh organ intim. Ini adalah proses alami yang digunakan oleh tubuh untuk menciptakan lingkungan yang asam, sehingga infeksi organ kewanitaan bisa dicegah. Namun, manakala cairan sekresi tersebut tidak seimbang, dapat menyebabkan keputihan yang berlebihan, misalnya dikarenakan adanya menstruasi, maka yang terjadi kemudian adalah kerentanan terserang infeksi, yang bila benar-benar terjadi, maka cairan yang ada akan berubah menjadi abnormal.

Oleh sebab itu, pada dasarnya, jenis-jenis keputihan hanya terbagi menjadi dua, yaitu keputihan normal dan keputihan tidak normal. Keputihan normal sangat dibutuhkan oleh organ kewanitaan, sedangkan keputihan abnormal / tidak normal inilah yang perlu ditindak, agar tidak mengakibatkan timbulnya penyakit yang lebih berbahaya. Namun, jika berbicara tentang keadaan atau ciri-ciri keputihan, ada beberapa jenis yang sebaiknya Anda ketahui, yang umumnya dibedakan menurut warna dari cairan dan teksturnya.

Beberapa jenis keputihan

1. Normal dan bersih
Dari jenis-jenis keputihan yang akan dijelaskan, jenis yang pertama inilah yang merupakan jenis paling normal dan yang membedakannya dengan keputihan abnormal. ciri khas dari keputihan yang normal terihat dari debitnya yang tidak berlebih, tidak memiliki bau yang kurang nyaman, dan teksturnya lebih terlihat seperti lendir. Untuk keputihan seperti susu sendiri bisa jadi masuk ke dalam jenis nomer satu ini.

2. Keputihan berwarna serta kental
Keputihan berwarna yang harus diketahui adalah keputihan berwarna putih susu, keputihan berwarna coklat, keputihan berwarna hijau dan keputihan berwarna kuning. Warna kuning pada cairan yang keluar dari organ intim bisa jadi bentuk keputihan yang normal asalkan teksturnya bukan keputihan kental. Namun, jika sebelumnya keputihan berwarna putih atau bening, lalu berubah menjadi kuning, maka itu bisa menjadi gejala keputihan tidak normal.

Selain itu, Anda bisa melihat dari teksturnya yang berubah dari lendir menjadi lebih kental. Umumnya menurut ahli, warna kuning atau hijau serta tekstur yang tebal merupakan tanda dari infeksi. Tanda infeksi lainnya bisa berupa keputihan bau baik itu Keputihan berbau amis maupun keputihan berbau busuk. Atau bisa juga keputihan gatal berbau , keputihan berbau tetapi tidak gatal atau keputihan gatal tetapi tidak berbau.

3. Bercak darah
Bercak merah bisa juga termasuk dari macam macam keputihan. Keputihan dengan bercak darah ini biasa dikenal dengan sebutan keputihan bercampur darah atau keputihan berdarah. Bercak darah sudah pasti memiliki risiko yang lebih besar daripada jenis warna lain. Meski begitu, bercak darah yang muncul bersama dengan cairan keputihan tidak selalu merupakan tanda keputihan yang abnormal. Bisa jadi merupakan cairan menstruasi, tanda kehamilan, ataupun hasil dari penyesuaian tubuh akan penggunaan pil KB.

4. Abu-abu, berair, dan berbusa
Keputihan yang berwarna putih seperti susu juga bisa jadi bermasalah. Terlebih bila berwarna abu-abu, disertai dengan tekstur yang berair serta berbusa. Selain itu, muncul juga bau yang merupakan tanda vaginosis oleh bakteri. Meski begitu, menurut para ahli, sebagian penderita dari jenis keputihan ini tidak merasakan gejala sama sekali.

5. Cokelat gelap atau merah
Jika muncul warna gelap di celana Anda, jangan langsung berpikir bahwa itu akibat keputihan tidak normal. Bisa jadi itu merupakan darah tua dari proses menstruasi. Namun, jika Anda mengerti pola menstruasi Anda tiap bulannya dan menganggap itu bukan darah datang bulan, maka bisa jadi itu adalah keputihan warna cokelat yang diakibatkan infeksi. Bila sudah begitu, Anda perlu melakukan pemeriksaan, karena ada penyakit berbahaya yang bisa menghantui. Bahkan bisa jadi itu adalah gejala serviks.

Pertanyaan selanjutnya tentu saja mengenai bagaimana caranya membedakan keputihan yang baik dan keputihan yang dirasa berbahaya. Salah satu caranya adalah dengan mengetahui terlebih dahulu ciri ciri keputihan, sekaligus penyebab keputihan itu sendiri. Dengan begitu, Anda para wanita bisa melakukan penelitian secara personal, tanpa harus pegi ke dokter. Meskipun tidak dapat dipungkiri, ada beberapa hal yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.

Penyebab keputihan pada wanita serta ciri keputihan yang bermasalah

Infeksi ragi
Ciri atau tanda tanda keputihan yang pertama disebabkan oleh infeksi ragi. Biasanya berwarna putih ataupun kuning keju. Selain itu, terjadi pula pembengkakan pada bagian vulva yang bisa jadi terasa nyeri, terutama saat berhubungan intim. Keputihan gatal juga bisa jadi diakibatkan oleh infeksi ragi.
Vaginosis bakteri
Keputihan yang berbahaya juga bisa disebabkan oleh vaginosis bakteri. Biasanya ditandai dengan warna cairan yang putih, abu-abu, ataupun kekuningan. Serta bau keputihan yang sangat amis, terlebih saat berhubungan suami istri atau setelah organ intim dicuci dengan sabun. Wanita yang mengalaminya juga akan merasakan gatal yang sangat, sekaligus perasaan terbakar. Sedangkan untuk masalah penampilan, biasanya akan muncul kemerahan ringan, sekaligus pembengkakan pada bagian organ intim dan vulva.
Lalu, bagaimana cara menghilangkan keputihan akibat vaginosis bakteri? Ada dua cara setidaknya, yaitu dengan obat-obatan herbal dan obat dari resep dokter. Untuk lebih jelasnya, nanti akan dijelaskan pada kolom cara atasi keputihan selanjutnya.
Trikomoniasis
Trikomoniasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh organisme bernama Trichomonas vaginalis. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh hubungan intim tanpa kondom, yang bersamaan dengan itu, lawan mainnya sudah lebih dahulu terinfeksi.

Selain ketiga penyebab di atas, ada pula makanan penyebab keputihan yang rasanya harus diwaspadai. Misalnya saja gula, buah nanas, beberapa jenis buah yang dikeringkan, serta makanan yang mengandung ragi.

Untuk masalah ciri khas sendiri, keputihan yang disebabkan oleh penyakit ini biasanya berwarna kuning atau kehijauan, dengan tekstur yang berair. Baunya sendiri tidak nyaman dan menyebabkan rasa gatal serta nyeri saat buang air kecil. Ciri dari keputihan jenis ini akan terlihat jelas kala haid datang.

Setelah mengetahui apa penyebab keputihan dan berbagai macam cirinya, wawasan kita akan keputihan sudah lebih luas. Setidaknya dengan begitu, kita bisa melakukan berbagai upaya yang benar dalam mengatasinya. Namun, tentunya Anda harus menerapkan cara mengatasi keputihan pada wanita yang benar, sehingga hasil yang didapat menjadi baik, dan bukannya bertambah parah. Untuk itu, pada kesempatan kali ini juga, Anda sebagai pembaca akan dituntun untuk mengetahui apa saja cara menghilangkan keputihan pada wanita yang baik dan benar.

Namun sebelum membahas mengenai bagaimana cara mengatasi keputihan, kita harus tahu terlebih dahulu bahwa solusi keputihan yang abnormal pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu cara medis dan cara alami, herbal, atau biasa kita sebut juga dengan metode tradisional. Dua cara ini banyak dilakukan dan tentunya ada yang berhasil dan tidak. Meski begitu, Anda harus ingat, dalam beberapa keadaan, konsultasi dan pemeriksaan secara mendalam oleh ahli, dalam hal ini dokter, sangat penting. Terlebih bila keputihan yang Anda alami sudah dalam keadaan yang benar-benar tidak normal.

Have you worked with or volunteered for pras group? Share your experience or story: Write a Commentary
Syndicate content
weGuatemala.org beta
report a problem or suggestion